Fakultas Kesehatan Masyarakat

Profil Magister Kesehatan Masyarakat

Profil Prodi Magister Kesehatan Masyarakat

PROFIL PRODI

Tentang Magister Kesehatan Masyarakat

Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat UHTP menghasilkan lulusan MIRACLE: pemimpin perubahan yang kompeten secara manajerial, inovatif dalam penelitian, serta mampu berkolaborasi multidisiplin di tingkat nasional dan Asia Tenggara.

Dengan 8 peminatan — mulai dari Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, K3, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Promosi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, hingga Administrasi Rumah Sakit — program ini membekali mahasiswa untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara holistik dan berbasis bukti.

Jenjang

Magister Kesehatan Masyarakat (M.Kes.)

Durasi

4 semester (2 tahun)

Akreditasi

Unggul

8

Konsentrasi Utama

42

SKS Kurikulum

16

Dosen Tetap

Unggul

Akreditasi BAN-PT

Visi & Misi

Arah dan Tujuan Program Studi

Untuk mewujudkan Visi 2042, Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat menjabarkannya menjadi misi sebagaimana berikut ini.

Visi

Menjadi Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat Asia Tenggara berbasis sistem informasi melalui kolaborasi multidisiplin untuk mendukung upaya promotif, preventif, dan kesejahteraan masyarakat pada Tahun 2042.

Misi

  1. 1

    Menyelenggarakan pendidikan S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat yang unggul, inovatif, dan berbasis sistem informasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing di tingkat Asia Tenggara.

  2. 2

    Melaksanakan penelitian multidisiplin yang berkualitas dan inovatif dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat berbasis bukti.

  3. 3

    Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

  4. 4

    Mengembangkan tata kelola program studi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

  5. 5

    Mengembangkan kolaborasi dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional untuk mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Tujuan Keilmuan

Tujuan Program Studi

Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat memiliki delapan peminatan dengan tujuan keilmuan masing-masing.

  1. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK)

    Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam merancang, mengelola, mengevaluasi, dan mengembangkan sistem administrasi, kebijakan, serta manajemen pelayanan kesehatan berbasis bukti, teknologi informasi, dan tata kelola yang efektif untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

  2. Promosi Kesehatan (PROMKES)

    Menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan strategi promosi kesehatan, komunikasi perubahan perilaku, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

  3. Epidemiologi

    Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan melakukan surveilans, investigasi, analisis epidemiologi, pemetaan spasial, serta penelitian berbasis epidemiologi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian masalah kesehatan masyarakat.

  4. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

    Menghasilkan lulusan yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, dan mengevaluasi risiko keselamatan dan kesehatan kerja melalui penerapan sistem manajemen K3 guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

  5. Kesehatan Lingkungan (KESLING)

    Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan kesehatan lingkungan, pengendalian faktor risiko lingkungan, pengelolaan limbah, analisis dampak lingkungan, serta pemanfaatan teknologi dan sistem informasi kesehatan lingkungan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

  6. Gizi Kesehatan Masyarakat

    Menghasilkan lulusan yang mampu menganalisis permasalahan gizi masyarakat, merancang intervensi berbasis bukti, mengelola program gizi, serta memanfaatkan sistem informasi gizi untuk meningkatkan status gizi masyarakat pada berbagai kelompok sasaran.

  7. Kesehatan Reproduksi (KESPRO)

    Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan program kesehatan reproduksi, kesehatan ibu, anak, remaja, dan keluarga, melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang berbasis bukti dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

  8. Administrasi Rumah Sakit (ARS)

    Menghasilkan lulusan yang mampu mengelola administrasi rumah sakit secara profesional melalui penerapan manajemen pelayanan, sumber daya manusia, mutu pelayanan, keuangan, logistik, dan sistem informasi rumah sakit guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan.

Profil Lulusan

Profil Lulusan Program Studi

Capaian kompetensi lulusan berdasarkan unsur sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. MM·Manager

    Lulusan mampu mengelola program, organisasi, dan sumber daya kesehatan masyarakat secara profesional, efektif, dan berbasis tata kelola yang baik.

  2. II·Innovator

    Lulusan mampu menghasilkan inovasi dalam pendidikan, penelitian, pelayanan, maupun pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sistem informasi kesehatan.

  3. RR·Researcher

    Lulusan mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi penelitian kesehatan masyarakat berbasis bukti untuk menghasilkan solusi ilmiah terhadap berbagai permasalahan kesehatan.

  4. AA·Advocate

    Lulusan mampu menjadi advokat dalam penyusunan kebijakan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

  5. CC·Collaborator

    Lulusan mampu bekerja sama secara multidisiplin, lintas profesi, dan lintas sektor di tingkat nasional maupun internasional dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat.

  6. LL·Leader

    Lulusan memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, dan visioner dalam mengelola perubahan, mengembangkan organisasi, serta memimpin program kesehatan masyarakat.

  7. EE·Educator

    Lulusan mampu berperan sebagai pendidik, fasilitator, dan agen perubahan melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, promosi kesehatan, serta diseminasi ilmu pengetahuan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan.